How We Grow This: Bedah Strategi Sosmed Selama PPL

Poster Webinar "How We Grew This: Bedah Strategi Sosmed Selama PPL"

Bekasi, 25 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMAPRO KPI) IAI AL-AZIS kembali menyelenggarakan sesi berbagi pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) untuk ketiga kalinya. Kegiatan berlangsung secara daring melalui platform Google Meet pada Sabtu malam, 25 April 2026, pukul 19.20 WIB, dengan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Webinar bertema "How We Grow This: Bedah Strategi Sosmed Selama PPL" ini menghadirkan tiga narasumber utama yang merupakan mahasiswa PPL angkatan sebelumnya: Muharik Nadloh Al Hafidh, Rahmah Rihhadatul Aisy, dan Risa Nisrina. Ketiganya telah menyelesaikan PPL di Radar Bekasi—media lokal ternama di bawah naungan Jawa Pos Group—selama periode 21 Juli hingga 22 Agustus.

Acara dibuka oleh pembawa acara At'tin Pertiwi mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 6, yang mengawali sesi dengan mengucapkan salam dan menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para peserta. Pembawa acara kemudian memandu jalannya kegiatan dengan memaparkan struktur acara secara ringkas, yang meliputi sambutan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, foto bersama, dan doa penutup.

Sambutan disampaikan oleh Ustadz Supriadi S.I.Kom., M. Sos. selaku Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI AL-AZIS. Dalam sambutannya, Ustadz Supriadi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbagi wawasan PPL ini untuk ketiga kalinya. Beliau menekankan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya serius program studi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan industri.

Beliau menegaskan bahwa PPL bukan hanya kewajiban akademik semata. Sebagaimana disampaikannya, "PPL adalah ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kompetensi, membangun jejaring, dan menemukan jati diri profesional." Hal ini menjadi landasan penting yang digarisbawahi Ustadz Supriadi kepada seluruh peserta.

Salah satu poin penting yang disampaikan Ustadz Supriadi adalah fakta tentang dunia kerja bahwa "70% lowongan kerja tidak dipublikasikan secara terbuka dan diperoleh melalui jalur relasi." Oleh karena itu, membangun jejaring selama PPL menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi mahasiswa. Beliau juga secara khusus mengapresiasi konsistensi HIMAPRO KPI dalam menyelenggarakan forum berbagi pengalaman ini.

Gambar 1. Presentasi Webinar "Kegiatan PPL di Radar Bekasi" oleh Kak Rahmah, Kak Muharik dan Kak Risa dalam sesi webinar daring melalui Google Meet, Sabtu, 25 April 2026.

Presentasi dibuka dengan memperkenalkan profil Radar Bekasi sebagai media lokal yang berada di bawah naungan Jawa Pos Group. Narasumber menjelaskan bahwa Radar Bekasi berdiri pada tahun 2009 dengan tagline "Berita Bekasi Nomor Satu" dan kini telah berkembang ke berbagai platform digital, meliputi website, Instagram, YouTube, dan TikTok.

Tim narasumber yang terdiri atas Muharik, Rahma, dan Risa menguraikan tahapan pra-pelaksanaan PPL yang mereka jalani. Mereka menjelaskan bahwa proses tersebut meliputi pencarian dan penentuan tempat PPL, menghubungi pihak terkait, pengajuan proposal dan surat pengantar, hingga konfirmasi penerimaan. Dalam konteks ini, Muharik mengingatkan pentingnya kecepatan bertindak, terutama bagi mahasiswa yang berminat magang di perusahaan besar seperti Trans TV.

Ketiga narasumber memaparkan berbagai kegiatan yang mereka lakukan selama menjalani PPL di Radar Bekasi. Kegiatan utama meliputi editing konten untuk platform Instagram dan TikTok, membuat dan memposting konten, pengambilan video produk (take video produk), menjadi talent konten, siaran langsung (live) di TikTok, serta turut serta dalam kegiatan liputan lapangan.

Salah satu pencapaian yang membanggakan disampaikan oleh Kak Muharik, yakni tim mereka berhasil menjadi host live di akun Radar Bekasi yang berhasil menarik hingga 500 penonton dalam satu sesi siaran langsung. Selain itu, mereka juga diajak ikut dalam kegiatan liputan ke acara peresmian toko cat sebuah kolaborasi antara Radar Bekasi dengan Dulux—di mana mereka diminta mengambil footage dari awal hingga penutupan acara.

Salah satu kontribusi nyata yang paling menonjol dari tim PPL ini adalah pembuatan tiga akun media sosial baru dari nol. Masing-masing narasumber menjelaskan konsep akun yang mereka kelola:

Bukan Rahasia (dikelola oleh Risa Nisrina): Akun ini membahas fakta unik dan menarik, menyajikan informasi singkat, padat, dan mudah dipahami seputar sains, fenomena sehari-hari, budaya, dan kehidupan.

Pekan Pergi (dikelola oleh Rahmah Rihhadatul Aisy): Akun berkonsep personal yang relevan dengan kebiasaan Rahma, yakni jalan-jalan, kuliner, dan wisata, namun dikemas agar bermanfaat bagi khalayak umum.

Harian Radar (dikelola oleh Muharik): Akun yang fokus pada konten hiburan, konten viral, trending topic, serta informasi lokal seputar Bekasi.

Para narasumber membagikan strategi praktis yang mereka pelajari selama PPL dalam pengelolaan media sosial. Risa menjelaskan bahwa tim mereka dibimbing langsung oleh tim media sosial Radar Bekasi dalam membangun akun dari nol, mulai dari pembuatan logo, penentuan nama akun, hingga desain konten yang menarik dan berpotensi viral.

Dalam hal waktu posting, Kak Rahma menjelaskan bahwa terdapat jam-jam optimal yang disarankan. Pada hari kerja (weekday), waktu terbaik untuk mengunggah konten adalah saat jam makan siang dan sore hari mulai pukul 17.00 WIB. Adapun pada akhir pekan (weekend), waktu yang direkomendasikan adalah pagi hari pukul 08.00 WIB dan malam hari pukul 20.00 WIB. Tim juga diajarkan memanfaatkan fitur penjadwalan posting untuk efisiensi, serta pentingnya berinteraksi aktif dengan komentar demi menjaga akun tetap terlihat "hidup" di mata audiens.

Kak Hanifah mengajukan pertanyaan yang menarik perhatian peserta: "Jika diberi kesempatan mengulang PPL, strategi apa saja yang akan kakak lakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan PPL?"

Menjawab pertanyaan tersebut, Risa menyatakan bahwa ia akan lebih proaktif dalam menyiapkan segala persyaratan dan pengajuan surat ke institusi jauh-jauh hari sebelum periode PPL dimulai. Kak Risa juga menyampaikan keinginannya untuk lebih banyak terjun ke lapangan bersama para wartawan, meskipun ia menyadari adanya kendala mobilitas. Baginya, setiap tempat dan setiap orang merupakan sumber pembelajaran yang tidak ternilai.

Kak Muharik menambahkan bahwa kunci utama adalah mempersiapkan semua persyaratan administrasi secepat mungkin, terutama karena banyak peluang magang di perusahaan besar mensyaratkan proses seleksi yang panjang. Selain itu, ia menekankan pentingnya aktif berorganisasi di kampus untuk membangun portofolio yang kuat sebelum melamar magang. Muharik juga mengingatkan agar mahasiswa tidak malu bertanya dan selalu bersikap proaktif di tempat magang.

Kak Rahma menutup sesi jawaban ini dengan menekankan pentingnya kepekaan terhadap progres penerimaan di tempat PPL. Ia berpesan agar mahasiswa sering bertanya mengenai status penerimaan agar tidak terjadi miskomunikasi. Rahma juga mendorong mahasiswa untuk aktif mencari pengalaman liputan langsung guna memperkuat portofolio di industri kreatif.

Kak Salbana kemudian bertanya kepada para narasumber: "Dari magang kemarin, kira-kira menurut kakak-kakak bertiga, ada tidak pengalaman yang paling berkesan yang ilmunya masih terpakai sampai sekarang?"

Kak Risa mengungkapkan bahwa pengalaman yang paling membekas baginya adalah kesempatan bertemu orang baru dan membangun relasi lintas kampus. Ia menekankan filosofinya: "Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah kelas." Baginya, PPL membuka perspektif baru dan memberikan kesempatan untuk merepresentasikan kampusnya, IAI AL-AZIS, di hadapan mahasiswa dari institusi lain.

Kak Muharik membagikan pengalaman yang lebih konkret: ia mendapatkan teman baru dari berbagai kampus yang hubungannya masih terjalin hingga saat ini. Lebih dari itu, PPL membuka peluang kerja nyata baginya, di mana ia sempat mendapatkan tawaran kerja langsung dari Radar Bekasi sebagai apresiasi atas kinerjanya selama magang. Muharik menegaskan bahwa sikap aktif dan tidak pasif adalah kunci mendapatkan manfaat maksimal dari pengalaman magang.

Kak Rahma menutup sesi tanya jawab dengan berbagi kesan mendalam tentang pengalaman liputan langsung di lapangan. Ia menyebutkan bahwa terjun ke lapangan dan belajar mengambil footage secara profesional sangat meningkatkan portofolionya dan terbukti berpengaruh positif saat ia melamar pekerjaan di industri kreatif setelah menyelesaikan studi.

Gambar 2. Dokumentasoseluruh peserta webinar "How We Grow This: Bedah Strategi Sosmed Selama PPL" yang diselenggarakan oleh HIMAPRO KPI IAI AL-AZIS melalui Google Meet, Sabtu, 25 April 2026.

Webinar ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta secara daring dan doa penutup. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam lebih ini mendapat respons antusias dari para peserta, tercermin dari aktifnya sesi tanya jawab dan banyaknya peserta yang hadir dari berbagai angkatan.

Melalui kegiatan ini, setidaknya tiga poin penting dapat disarikan sebagai bekal mahasiswa KPI IAI AL-AZIS yang akan menjalani PPL: Pertama, persiapan administrasi yang matang dan dilakukan jauh-jauh hari menjadi faktor penentu keberhasilan mendapatkan tempat PPL yang diinginkan. Kedua, sikap proaktif—tidak menunggu, aktif bertanya, dan berani mengambil inisiatif—adalah modal utama dalam memaksimalkan pembelajaran di lapangan. Ketiga, relasi yang terjalin selama PPL bukan sekadar perkenalan sementara, melainkan jaringan profesional yang dapat membuka peluang karier di masa mendatang.

Ustadz Supriadi dalam sambutannya telah merumusikan hal ini dengan tepat: "PPL bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kompetensi, membangun jejaring, dan menemukan jati diri profesional." Semoga webinar ini menjadi bekal berharga bagi seluruh mahasiswa KPI IAI AL-AZIS dalam menghadapi dunia industri media yang terus berkembang.


Penulis: Zidan


0 Komentar