Penyampaian Materi Webinar PPL
Pasundan Express merupakan koran harian pertama yang hadir di wilayah Purwakarta, Karawang, Subang, dan Bandung. Koran ini terbit setiap pagi menyajikan berita aktual dan terpercaya bagi masyarakat Jawa Barat. Dikelola oleh PT Wahana Semesta Pasundan di bawah naungan PT Wahana Semesta Merdeka (WSM), media ini merupakan bagian dari jaringan Jawa Pos Group.
Selama PPL, mahasiswa menjalani empat tahap kegiatan: orientasi, liputan lapangan, produksi, serta publikasi dan review. Pada tahap orientasi, mereka diperkenalkan pada lingkungan kerja, tujuan kegiatan, dan jadwal tugas.
Liputan lapangan membawa mereka ke berbagai lokasi menarik di Subang, mulai dari Car Free Day (CFD), wisata pantai, pasar ikan, museum, Hutan Rangga Wulung, hingga ragam kuliner khas Subang. Hasil liputan kemudian diolah melalui proses editing video, pembuatan voice over, penulisan artikel, dan penambahan musik atau visual pendukung, sebelum akhirnya diunggah ke platform digital Pasundan Express.
Jadwal kerja mahasiswa berlangsung Senin hingga Kamis pukul 07.00–16.00 WIB. Meski demikian, mereka diberi keleluasaan untuk mencari berita di luar kantor dengan kewajiban hadir tiga kali seminggu untuk pelaporan. Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi kantor Jabar Express dan menyaksikan langsung proses percetakan koran.
Selama satu bulan bertugas, tim PPL berhasil menghasilkan total 17 konten, terdiri dari 12 video dan 4 artikel yang dipublikasikan di situs web resmi Pasundan Express. Artikel-artikel tersebut mengangkat topik beragam, di antaranya profil dan sejarah Kabupaten Subang, peternakan kalkun PT Arvari Savana Jaya, insiden pipa gas Pertamina di Subang, hingga tips konsisten bangun pagi.
Usai menuntaskan PPL, para mahasiswa berbagi kesan dan pesan dalam sesi presentasi laporan yang digelar melalui Google Meet pada Kamis, 21 Mei 2026.
Yusuf Ali mengungkapkan bahwa PPL ini membuka wawasannya tentang industri media secara nyata. Ia menekankan pentingnya media cetak yang tidak boleh dipandang sebelah mata di tengah dominasi media digital. "Masih banyak orang yang berminat membaca di kertas," ujarnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa yang akan PPL berikutnya membangun relasi baik dengan instansi, mencari referensi perusahaan sejak dini, serta menyiapkan kondisi fisik dan mental sebelum terjun ke dunia kerja.
Ahmad Fikri senada, menegaskan bahwa PPL sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman dan memperluas jaringan profesional. Sementara Muhammad Amar Yazid menilai pengalaman ini sangat efektif karena mahasiswa terlibat langsung dalam pembuatan berita, editing video, dan penulisan artikel hal yang tidak bisa diperoleh hanya dari bangku kuliah.
Dosen pembimbing, Ustadz Dr. Muhammad Nur Kholish Abdurrazaq S. Si., M.T mengapresiasi keberlanjutan program PPL di Pasundan Express yang telah berjalan sejak angkatan 2019. Dalam forum diskusi, ia mengusulkan penerapan model blended teamwork bagi mahasiswa angkatan 2023, yakni menggabungkan mahasiswa IAI Al-AZIS langsung ke dalam divisi-divisi yang ada di Pasundan Express. Usulan ini mendapat sambutan positif dari para mahasiswa karena dinilai akan memperkaya perspektif dan memperluas jaringan.
Beliau juga menegaskan bahwa PPL adalah sarana belajar yang bersifat target oriented dan time bounded sebuah pengalaman terukur yang membekali mahasiswa untuk bersaing di industri media yang terus berkembang.
|
0 Komentar